Terkadang sesuatu itu sangat tak adi buat aku. Aku tak tau bagaimana menyikapi itu semua. Sedangkan aku dalam keadaan iri. Banyak yang tak kupunya dari yang dia punya. Kenapa aku juga tak ditakdirkan untuk memiliki hal yang sama?. Tapi ada juga sesuatu yang dia punya yang tak ingin aku punya. Karena untuk sa'at ini aku lebih memilih kebebasan tanpa harus mematuhi aturan-aturan rumit. Mungkin itu semua terjadi karena pendapat kami berbeda. Aku yang lebih memilih berdiam diri dirumah, sedangkan dia lebih memilih bergaul dan bersenang-senang di luar. Tapi kenapa aku mempermasalahkan hal itu? Bukankah itu keputusan yang memang harus kuambil? Prinsip itu harus tetap berjalan meski telah merubah jalan hidup dan menghilangkan sedikit sesuatu yang kupunya. Karena aku tak ingin hidup hanya hura-hura dan kesenangan. Tak ada kalahnya hidup susah. Untuk menghadapi itu semua merupakan kemenangan. Kenyataan bahwa kesempurnaan tak berarti besar bagiku. Karena kehidupan sempurna hanya ada satu warna.
26 Desember 2005
22 Desember 2005
0
More
TO UAN Smp
Kukira hari ini istimewa. Ternyata tak jauh beda pada hari biasanya. Perasaan senang urung kutampakkan. Mestinya ini patut kusyukuri. Tapi aku tak ingin tampak berlebihan didepan mereka. Dalam hati saja sudah cukup. Haruskah merasa bangga atau bersikap biasa? Tapi tak bisa kusangkal. Inginku lebih dari itu. Tapi ku hanya bisa meminta dan menuntut tanpa melakukan usaha dan bersyukur. Apa ini yang namanya sikap dewasa? Bahkan itu lebih pantas jika anak kecil yang bersikap. Ingin kuperbaiki tapi pikiran ini tak mampu. Ingin berbuat lebih tapi pikiran tak setuju.
Note ;
Tampakkan raut muka seperti gambaran pada hati. Tempatkan perasaan tepat pada situasi. Seperti menuang minman pada gelas dan menyajikan makanan pada piring.
Note ;
Tampakkan raut muka seperti gambaran pada hati. Tempatkan perasaan tepat pada situasi. Seperti menuang minman pada gelas dan menyajikan makanan pada piring.
Sumber Inspirasi ;
"Try Out UAN Smp"
"Try Out UAN Smp"
20 Desember 2005
0
More
Something Special
Hari ini penuh dengan rasa yang tak kumengerti. Menimbulkan banyak tanda tanya yang tak terjawab. Heran akan perasaan aneh yang menjalar namun menyenangkan. Ketakutan itu semakin terbukti dan menyiskan rasa bersalah (maafkan aku). Sementara itu datang dari dalam yang semakin bercabang. Hati belum pasti akan keyakinan. Tapi smakin pasti timbul perasaan yang istimewa seistimewa hari ini. Dan berhasil melupakan hal yang lebih istimewa. Mungkin ini hanya sementara atau mungkin akan terus bertahan.
19 Desember 2005
0
More
Menjadi Lebih Dewasa
Kuawali hari ini dengan menyapa pagi sebelum menjalankan hariku. Kemarin, hari ini, esok, lusa pun masih sama. Begitu juga saat harapan besar muncul ketika kumelihat salah satu dalam barisan hari ini. Pada hari lain, dalam suatu keadaan yang lain pula. Semua masih nampak sama sa'at 2 tahun lalu. Tak ada sedikitpun perubahan yang kuinginkan. Mungkin menjadi sempurna tak lagi kuinginkan. Maka biar saja semua berjalan sesuai kejadian dan mencoba mengiringi harapan. Sesuatu dalam batin bergejolak. Namun hari ini aku dapat menjadi seseorang yang kuinginkan. Dan seiring berjalannya waktu, keadaan itu sudah menjadi sesuatu yang wajar. Pemikiran hari ini menjadi sedikit dewasa. Mungkin hari ini aku belajar dari seseorang dengan sangat baik pada orang yang sangat tepat.
Note ;
Dalam setiap detik aku menghirup udara yang disela-selanya adalah tujuan untuk menjadi lebih dewasa.
Note ;
Dalam setiap detik aku menghirup udara yang disela-selanya adalah tujuan untuk menjadi lebih dewasa.
18 Desember 2005
0
More
Impian-Harapan-Keinginan
Impian hanyalah impian. Harapan hanyalah harapan. Keinginan hanyalah keinginan. Yang kan kugantungkan setinggi-tingginya entah kmana. Semangat itu datang pada hari ini. Tapi entah itu semua mendadak menghilang pada hari esok. Mungkin itu alasan mengapa aku tak ingin menjalankan yang semestinya untuk saat ini. Rencana untuk berhasil kutulis dengan rapi dan penuh pertimbangan. Tapi tak satupun aku melaksanakannya. Perubahan yang gagal tlah berjuta kualami. Hal itu malah membawaku untuk semakin bodoh.
Langganan:
Komentar (Atom)



